Senin, 28 Maret 2016

"Use of prepositions" and "Common combination and preposition"

USE OF PREPOSITIONS

A preposition is a word that links a noun, pronoun, or noun  phrase to some other part of the sentence.

Prepositions can be tricky for English learners. There is no definite rule or formula for choosing a preposition. In the beginning stage of learning the language, you should try to identify a preposition when reading or listening in English and recognize its usage.

 A preposition is used to direction, location, or time, or to introducen an object.

Example :

On  
Used to express a surface of something :
  • The paper is on my desk. 
  • I put a cheese on the kitchen table. 
Used to specify days and dates :
  • The garbage truck comes on Monday.
  • I was born on the 15th day of January in 1994
Used to indicate a device or machine, such as a phone or computer :
  • He has been on the computer since last night.
 Used to indicate a part of the body :
  • He kissed me on my brow.
 Used to indicate the state of something :
  • The school is on fire. 
At
Used to point out specific time :
  • The bus will stop here at 6:00 p.m. 
Used to indicate a place :
  • There were hundreds of people at the stadium.
 Used to indicate an twitter address :
  • Please follow me at @bellaknd. 
 Used to indicate an activity :
  • I am good at write a novel.
In 
Used for unspecific times during a day, month, season, year :
  • The new semester will start in June. 
 Used to indicate a location or place :
  • My hometown is Ambarawa, which is in Semarang.
Used to indicate a shape, color, or size :
  • This drawing is mostly in red. 
  Used to express while doing something :
  • We are not believe in forecast.


COMMON COMBINATION AND PREPOSITION

Verbs and prepositions are also used in common phrases. The verb generally goes in front of the preposition.
  •  Do you agree with the new guidelines?
  • You get what you pay for.
  • I have no doubt about the outcome of the vote.
Adjectives and prepositions are commonly used in phrases. The adjective usually goes before the preposition.
  • Students often get worried about writing exams.
  • The world felt sorry for the victims of the tsunami.  


Referensi :

http://www.talkenglish.com/grammar/prepositions-on-at-in.aspx
http://www.grammarly.com/handbook/grammar/prepositions/9/common-verb-and-preposition-combinations/
http://www.grammarly.com/handbook/grammar/prepositions/8/common-adjective-and-preposition-combinations/







 

Rabu, 16 Maret 2016

Commonly Misused Word and Confusingly Related Word

COMMONLY MISUSED WORDS

Homophone adalah kata-kata yang pelafalannya (sound) sama namun artinya (meaning) berbeda. Adapun ejaannya (spelling) bisa sama atau berbeda. Jika ejaannya sama, homophone termasuk juga dalam homonym dan homograph. Pada definisi yang lebih longgar, homophone disamakan dengan homonym meskipun ejaan kata-katanya berbeda. Karena kemiripan pelafalannya, homophone kerap membingungkan. Dengan mengenal kata-kata tersebut, penulisan yang salah dapat dihindari.  
1. Accept is a verb meaning to receive.
    Except is also a verb meaning to exclude.
    Example :
  • I will accept all the gift from my friends.
  • He used to eat everything except vegetable..
2.  Your is a possessive pronoun.
     Your is a contraction of you are.
     Example :
  • Your brother is very handsome.
  • You're more beautiful than any girls in the world.
3. To is a preposition.
    Too is an adverb.
    Two is a number.
    Example :
  • It's a good way to ask for help.
  • She likes swimming too.
  • Only two cup cakes left.



CONFUSINGLY RELATED WORDS

Ini adalah kata yang menyebabkan masalah ketika pembicara tidak mampu membedakan antara mereka. Mereka adalah sama dalam arti atau pengucapan tetapi tidak dapat digunakan secara bergantian.

1. Affect (verb) to produce a change in.
    Effect (noun) end result or consequence.
    Example :
  • Volcanoes in Kelud can affect the atmosphere.
  • If you want to effect in Indonesia, you have to vote. 
2. Advice (noun) opinion given to someone.
    Advise (verb) act of giving an opinion.
    Example :
  • You should listen to your mother's advice.
  • The doctor advised you to quit smoking.
3.  Access (noun) availability
     Excess (adjective) abundant, superfluos.
     Example :
  • I want to access studentsite.
  • Excess of a merit is a capital offence in morality. 


Referensi : 


























 
             

Minggu, 29 Juni 2014

Swasembada Pangan

Pengertian
Swasembada dapat diartikan sebagai kemampuan untuk memenuhi segala kebutuhan. Pangan adalah bahan-bahan makanan yang didalamnya terdapat hasil pertanian, perkebunan, dan lain-lain. Jadi swasembada pangan adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan bahan makanan sendiri tanpa perlu mendatangkan dari pihakluar.

Apakah Bangsa Indonesia telah mencapainya?

Empat Sukses Pembangunan Pertanian tahun 2010-2014, yaitu: 
  1. Peningkatan swasembada dan swasembada berkelanjutan
  2. Peningkatan diversifikasi pangan
  3. Peningkatan nilai tambah, daya saing, dan ekspor
  4. Peningkatan kesejahteraan petani.
Target swasembada dan swasembada pangan berkelanjutan untuk komoditas beras, jagung, gula, kedelai, dan daging sapi pada tahun 2014 tampaknya semakin sulit tercapai. Hal ini disebabkan :
  1. Semakin menyempitnya lahan pertanian
  2. Iklim yang semakin tidak menentu 
  3. Ketersediaan sarana dan prasarana pertanian (benih, pupuk, dan pestisida) yang tidak sesuai dengan prinsip 5 tepat.
Pemerintah harus mempertanggungjawbkan progam swasembada lima komoditas pangan di tahun 2014 yang diprediksi gagal. Kegagalan tersebut disebabkan pemerintah dianggap tidak berpihak kepada petani.


Sekretaris Jendral Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Fadli Zon mengatakan ketidak berpihakan pemerintah menyebabkan sektor pangan Indonesia mengalami kemunduran. "Pemerintah harus segera menentukan posisi dan sikap untuk mengerem kemunduran sektor pangan".

 Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menargetkan program swasembada lima komoditas yakni beras, jagung, kedelai, daging dan gula pada 2014. Namun, kelima sektor tersebut diyakini tidak berkembang dan sebaliknya justru malah keran impor semakin terbuka. “Jangankan swasembada, yang ada impor malah makin banyak. Ini sebetulnya program, janji, atau kampanye? Pemerintah harus mempertanggungjawabkan kepada rakyat”.

Tidak adanya kebijakan ketahanan pangan nasional yang terintegrasi dan kacaunya koordinasi antarkementerian atau lembaga terkait menyebabkan pangan nasional karut marut. Di sisi lain, data produksi pangan yang simpang siur bisa menyebabkan kesalahan dalam perhitungan antara produksi dan kebutuhan pangan.

Padahal, selama ini keputusan impor pangan juga didasarkan selisih antara ketersediaan dan kebutuhan di dalam negeri. “Artinya, bilamana kurang ya tinggal impor. Kebijakan yang terlalu menyederhanakan persoalan ini tidak akan membangun ketahanan dan kemandirian pangan".

Anggota Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi menilai, program swasembada pangan hanya target politik semata. Dia juga pesimistia swasembada pangan 2014 bisa terwujud. Salah satu penyebabnya adalah politik anggaran pemerintah yang tidak memihak sektor pertanian. Hal ini tercermin dari minimnya alokasi anggaran Kementerian Pertanian (Kementan).

Menurutnya, Kementan tidak masuk dalam 10 prioritas yang mendapat anggaran besar. Tahun 2014 anggaran Kementan bahkan dipangkas menjadi Rp15,5 triliun dari sebelumnya Rp16,5 triliun atau berkurang hampir Rp1 triliun. “Anggaran Kementan hanya 1,5% dari dana APBN”.

Faktor-faktor untuk mencapai swasembada pangan :


  1. Bulog, Dewan Logistik Pangan, dan Harga-harga Beras
Di antara lembaga-lembaga tersebut, Buloglah yang paling berperan dalam pencapaian swasembada beras. Bulog tidak terlibat langsung dalam bisnis pertanian, melainkan hanya dalam urusan pengelolaan pasokan dan harga pada tingkat ansional. 
      2.  Teknologi dan Pendidikan
Sejak tahun 1963, Indonesia memperkenalkan banyak program kepada para petani untuk meningkatkan produktivitas usaha tani. Pemerintah berjuang untuk memperkenalkan teknologi pertanian kepada para petani.
Di samping itu, pemerintah juga menekankan pendidikan untuk menjamin teknik dan teknologi baru dimengerti dan digunakan secara benar agar dapat meningkatkan produksi pangan. Faktor lain yang berperan penting dalam meningkatkan hasil padi adalah peningkatan penggunaan pupuk kimia.
      3.  Koperasi Pedesaan
Pada tahun 1972, ketika Indonesia kembali mengalami panen buruk, pemerintah menganjurkan pembentukan koperasi sebagai suatu cara untuk memperkuat kerangka kerja institusional. Ada dua bentuk dasar dari koperasi, pada tingkat desa ada BUUD (Badan Usaha Unit Desa).
Pada tingkat kabupaten, ada koperasi serba usaha yang disebut KUD (Koperasi Unit Desa). Koperasi juga bertindak sebagai pusat penyebaran informasi atau pertemuan organisasi.
      4.  Prasarana    
Banyak aspek pembangunan prasarana yang secara langsung ditujukan untuk pembangunan pertanian, dan semuanya secara langsung memberikan kontribusi untuk mencapai swasembada beras. Sistem irigasi merupakan hal penting dalam pembangunan prasarana pertanian. Pekerjaan prasarana lain yang berdampak langsung dalam pencapaian tujuan negara untuk berswasembada beras adalah program besar-besaran untuk pembangunan dan rehabilitasi jalan dan pelabuhan.
Kesimpulan 
Jadi swasembada pangan adalah keadaan dimana suatu negara dapat memenuhi tingkat permintaan akan suatu bahan pangan sendiri tanpa perlu melakukan impor dari pihak luar. Dan sudah seharusya negara Indonesia mampu menyiadakan swasembada pangan yang tercukupi dari kekayaan alam yang tak terhingga dari tanah Indonesia agar masyarakat terhindar dari masalah kelaparan. 

Sumber 

http://sidikaurora.wordpress.com/2011/04/22/swasembada-pangan/

http://www.koran-sindo.com/node/338905

http://bkpp.kaltimprov.go.id/id/download/undang-undang/item/9-swasembada-pangan-tahun-2014/9-swasembada-pangan-tahun-2014?start=80